Cirebon, 3 Juni 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di daerah dengan memberikan beasiswa stimulan kepada mahasiswa Program Pascasarjana IPEBA Cirebon.
Program beasiswa stimulan ini ditujukan bagi mahasiswa dari kalangan mustahik yang sedang menempuh pendidikan di jenjang S2 di IPEBA Cirebon. Bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban biaya studi serta mendorong semangat belajar dan prestasi akademik para penerima.
Pertemuan ini berlangsung di Kantor Baznas Kabupaten Cirebon dan dihadiri oleh pimpinan kedua lembaga, Direktur Program Pascasarjana IPEBA Cirebon Dr. Abdul Hanan, M.A., Pimpinan Baznas Kabupaten Cirebon KH. Ahmad Zaeni Dahlan, Muhammad Sirojudin, Lc.,S.Pd.I., Mohammad Jamaluddin, S.Pd.I. Ketua Baznas Kabupaten Cirebon, KH. Ahmad Zaeni Dahlan. menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari program zakat produktif yang diarahkan pada sektor pendidikan.
“Kami melihat bahwa pendidikan tinggi adalah salah satu kunci utama dalam menciptakan kemandirian dan perubahan sosial. Dengan memberikan stimulan ini, kami ingin agar para mahasiswa dari keluarga kurang mampu tetap bisa melanjutkan pendidikannya dan menjadi agen perubahan di masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Program Pascasarjana IPEBA Cirebon, Dr. Abdul Hanan, M.A., menyambut baik dan mengapresiasi penuh dukungan dari Baznas Kabupaten Cirebon. Ia menilai bahwa kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam menciptakan akses pendidikan yang lebih inklusif, khususnya di wilayah Cirebon.
“Beasiswa stimulan ini sangat membantu mahasiswa kami yang berasal dari kalangan mustahik. Ini bukan hanya bantuan biaya, tetapi juga bentuk pengakuan dan motivasi agar mereka bisa terus berjuang menyelesaikan studi dengan baik,” ujar Dr. Abdul Hanan.
Adapun skema beasiswa stimulan mencakup bantuan biaya kuliah sebagian, serta pendampingan akademik dan spiritual yang terintegrasi dengan program pembinaan kampus. Program ini ditargetkan menjangkau puluhan mahasiswa program pascasarjana setiap tahunnya, dengan seleksi ketat berdasarkan kriteria mustahik, prestasi akademik, dan komitmen pengabdian sosial.
Diharapkan, kerja sama ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga lain dalam memperluas dampak zakat di bidang pendidikan tinggi.






