Back

Pascasarjana IPEBA Cirebon dan IIQ An Nur Yogyakarta Teken MoU: Sinergi Penguatan Kampus Berbasis Pesantren

  • Sabtu, 1 November 2025
Share Artikel

Yogyakarta, 27 Oktober 2025 – Dalam upaya memperluas jejaring akademik dan memperkuat eksistensi perguruan tinggi berbasis pesantren, Pascasarjana Institut Pesantren Babakan (IPEBA) Cirebon menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) dengan Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pascasarjana IIQ An Nur Yogyakarta ini menjadi momentum penting bagi kedua lembaga dalam memperkuat sinergi tridarma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Namun lebih dari sekadar kerja sama akademik, momen ini menjadi pertemuan dua ruh keilmuan pesantren — antara Babakan Ciwaringin, Cirebon dan Ngrukem, Yogyakarta — dua titik yang sama-sama tumbuh dari tradisi ilmu, adab, dan pengabdian.

Sebelum rangkaian kegiatan resmi dimulai, rombongan Pascasarjana IPEBA Cirebon yang dipimpin oleh Direktur Pascasarjana, Dr. Abdul Hanan, M.A., didampingi Wakil Direktur, Fairuz Ainun Naim, Lc., M.A., beserta jajaran, terlebih dahulu sowan kepada KH. Yasin Nawawi, Pengasuh Pondok Pesantren An Nur Ngrukem. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari uluk salam, tradisi luhur pesantren yang menandai penghormatan dan permohonan restu sebelum melangkah pada urusan ilmu.

Dalam suasana yang penuh keakraban, KH. Yasin Nawawi menyambut hangat rombongan IPEBA Cirebon. Beliau berpesan agar kerja sama antar kampus pesantren tidak hanya berhenti pada tataran administratif, tetapi menjadi sarana menghidupkan kembali tradisi keilmuan Islam yang bersumber dari nilai keikhlasan dan keberkahan pesantren.

Menanggapi hal itu, Dr. Abdul Hanan menyampaikan, “Dalam tradisi pesantren, setiap langkah ilmu selalu diawali dengan adab dan doa. Kami datang dengan hati yang tulus untuk mempertautkan sanad keilmuan, sekaligus mempererat solaturahmi antara dua lembaga yang memiliki ruh perjuangan serupa.”

Setelah sowan, rombongan Pascasarjana IPEBA melanjutkan kunjungan ke kampus IIQ An Nur Yogyakarta.
Acara penandatanganan MoU diselenggarakan secara khidmat di Gedung Pascasarjana IIQ An Nur dan dihadiri langsung oleh Rektor IIQ An Nur Yogyakarta, Dr. Ahmad Sihabul Millah, M.A., Wakil Rektor III, Drs. H. Atmaturida, M.Pd., Ketua Program Studi Magister PAI, Dr. Moch. Taufiq Ridho, M.Pd., Sekretaris Prodi, Muchamad Mufid, M.Pd., Ketua Biro Humas dan Kerja Sama, Braham Maya Baratullah, M.S.I., serta sejumlah dosen dan pimpinan unit.

Dalam sambutannya, Rektor IIQ An Nur, Dr. Ahmad Sihabul Millah, mengungkapkan apresiasi mendalam atas kedatangan rombongan IPEBA Cirebon.
“Kerja sama ini bukan hanya urusan antar lembaga, tetapi pertemuan dua tradisi keilmuan pesantren. IPEBA dan IIQ An Nur sama-sama lahir dari semangat tafaqquh fi al-din—memperdalam ilmu agama dengan penuh adab dan keikhlasan. Semoga sinergi ini melahirkan kolaborasi akademik yang bermanfaat bagi umat,” tutur beliau.

Beliau menambahkan, pesantren saat ini memiliki tanggung jawab besar untuk menjawab tantangan zaman melalui pendekatan akademik yang ilmiah namun tetap berakar pada nilai-nilai Qur’ani. “Zaman boleh berubah, tapi prinsip keilmuan dan adab harus tetap menjadi pondasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur Pascasarjana IPEBA Cirebon, Fairuz Ainun Naim, Lc., M.A., memaparkan perkembangan dan arah strategis IPEBA sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam berbasis pesantren.
“Sebelum berstatus Institut, IPEBA dikenal sebagai STAIMA Cirebon. Di tengah dinamika persaingan akademik, kami terus berikhtiar menjaga karakter pesantren sebagai ruh institusi, sembari mengembangkan inovasi dan kualitas akademik agar dapat bersaing di tingkat nasional,” jelasnya.

Beliau juga menekankan bahwa kerja sama dengan IIQ An Nur Yogyakarta akan menjadi langkah strategis untuk memperluas kolaborasi di bidang riset, pengajaran, dan pengabdian masyarakat.
“Kami berharap, dari kerja sama ini akan lahir berbagai program konkret—mulai dari joint research, seminar kolaboratif, hingga pertukaran dosen dan mahasiswa. Kami ingin membangun jejaring ilmu yang hidup, dinamis, dan bernafaskan pesantren,” tambahnya.

Selanjutnya, Dr. Moch. Taufiq Ridho, M.Pd., Ketua Prodi Magister PAI IIQ An Nur, memaparkan secara mendalam mengenai sistem akademik dan penguatan tridarma di kampusnya.
Beliau menjelaskan bahwa IIQ An Nur merupakan salah satu kampus pesantren pertama di Yogyakarta yang memadukan sistem akademik modern dengan tradisi pesantren.

“Kami terus berbenah, baik dari segi mutu akademik maupun tata kelola. Kami berusaha agar tridarma tidak sekadar slogan, tetapi benar-benar hidup dalam keseharian civitas akademika,” ungkapnya.

Ia menilai, sinergi dengan IPEBA Cirebon akan membuka ruang pembelajaran timbal balik. “Kampus pesantren memiliki modal sosial dan spiritual yang kuat. Bila dikelola dengan baik melalui kerja sama, akan menjadi kekuatan moral dan intelektual yang luar biasa dalam membangun bangsa,” imbuhnya.

Usai sesi paparan dan dialog ilmiah, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh kedua pimpinan lembaga.
Suasana haru dan khidmat terasa saat kedua pihak menandatangani dokumen yang menjadi simbol kesepakatan kerja sama. Tepuk tangan hangat mengiringi momen tersebut, menandai dimulainya babak baru kolaborasi antara dua kampus pesantren terkemuka.

Acara kemudian diakhiri dengan pertukaran cenderamata, doa bersama, dan sesi foto. Dalam wajah-wajah para peserta tampak terpancar kebahagiaan dan harapan besar akan lahirnya kerja sama yang berkelanjutan dan bermakna.

Dalam penutupnya, Dr. Abdul Hanan menyampaikan refleksi mendalam:
“Kerja sama ini bukan semata urusan administratif. Ia adalah ittifaq niat—kesepakatan spiritual untuk saling menguatkan dalam dakwah keilmuan. Semoga Allah meridai langkah ini dan menjadikannya bagian dari amal jariyah kita bersama.”

Beliau menegaskan bahwa IPEBA Cirebon berkomitmen menjadikan kolaborasi ini sebagai titik tolak penguatan mutu akademik dan pengembangan keilmuan berbasis pesantren.
“Pesantren telah melahirkan peradaban Islam yang beradab. Kini saatnya kita membawa nilai-nilai itu ke ranah akademik yang lebih luas, agar ilmu tidak tercerabut dari akar moral dan spiritualnya,” pungkasnya.

Pertemuan dua kampus ini sesungguhnya bukan sekadar temu akademik, melainkan penyambungan sanad keilmuan antar pesantren.
Keduanya sama-sama tumbuh di lingkungan pondok pesantren yang kokoh menjaga nilai-nilai keikhlasan, kesederhanaan, dan pengabdian.
IIQ An Nur Yogyakarta berakar dari Pondok Pesantren An Nur Ngrukem, sementara IPEBA Cirebon bernaung di bawah Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin—dua pesantren besar yang selama puluhan tahun menjadi mercusuar ilmu dan akhlak di tanah air.

Melalui MoU ini, keduanya bersepakat untuk meneguhkan sinergi keilmuan yang berlandaskan nilai-nilai pesantren dan memperkuat posisi perguruan tinggi Islam sebagai pusat pengembangan ilmu yang berkarakter dan beradab.

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × two =

error code: 522