Back

IPEBA Cirebon Mantapkan Langkah Menuju Akreditasi Unggul: Kaprodi Magister PAI Ikuti Pendampingan Intensif LAMDIK 3.0 di Jakarta

  • Selasa, 30 Juni 2026
Share Artikel

Jakarta, 27 Juni 2026 – Komitmen Institut Pesantren Babakan (IPEBA) Cirebon dalam membangun budaya mutu dan mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul kembali ditunjukkan melalui langkah strategis dalam menghadapi transformasi sistem akreditasi nasional. Sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan institusi menuju akreditasi terbaik, Ketua Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) Pascasarjana IPEBA Cirebon, Dr. Deden Purbaya, M.Pd., mengikuti Pendampingan Khusus Akreditasi Program Studi Kependidikan LAMDIK 3.0 Batch 25 yang diselenggarakan oleh ASTA Bakti Mulia bekerja sama dengan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) pada 25–27 Juni 2026 di Luxury Inn Airon Hotel, Jakarta.

Keikutsertaan tersebut bukan sekadar memenuhi agenda peningkatan kapasitas akademik, tetapi merupakan bagian dari strategi besar Pascasarjana IPEBA Cirebon dalam memperkuat tata kelola akademik, meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan, serta membangun sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan sesuai dengan paradigma baru Instrumen Akreditasi LAMDIK 3.0.

Pendampingan yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan para pakar, asesor, dan praktisi akreditasi pendidikan tinggi yang telah berpengalaman mendampingi berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Seluruh peserta memperoleh pembinaan secara intensif mengenai penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) yang berbasis data, penyempurnaan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), penyusunan dokumen kinerja program studi, strategi pemenuhan setiap indikator penilaian akreditasi, hingga simulasi asesmen lapangan yang mengacu pada standar terbaru LAMDIK.

Dalam setiap sesi, Dr. Deden Purbaya aktif mengikuti diskusi ilmiah, lokakarya (workshop), konsultasi teknis, telaah dokumen, serta berbagi praktik baik bersama peserta dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar yang sangat berharga dalam memahami arah kebijakan akreditasi terbaru yang semakin menitikberatkan pada budaya mutu, tata kelola yang efektif, luaran tridharma, serta keberlanjutan pengembangan institusi.

Menurut Dr. Deden Purbaya, M.Pd., perubahan paradigma dalam Instrumen Akreditasi LAMDIK 3.0 menuntut setiap program studi untuk tidak hanya memiliki dokumen yang lengkap, tetapi juga mampu membuktikan implementasi mutu secara nyata dalam seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan.

“Pendampingan ini memberikan perspektif baru bagi kami dalam memahami substansi akreditasi yang sesungguhnya. Akreditasi bukan lagi sekadar proses administratif, tetapi merupakan cerminan kualitas tata kelola, budaya mutu, dan komitmen institusi terhadap peningkatan kualitas secara berkelanjutan. Berbagai pengalaman, strategi, serta praktik baik yang kami peroleh akan menjadi bekal penting dalam mempersiapkan Program Studi Magister PAI Pascasarjana IPEBA Cirebon agar semakin siap menghadapi proses akreditasi sesuai standar terbaru LAMDIK,” ungkap Dr. Deden.

Lebih lanjut, hasil pendampingan ini akan menjadi dasar dalam melakukan penyempurnaan berbagai dokumen akademik, penguatan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal, peningkatan kualitas layanan akademik, serta pengembangan tata kelola program studi yang semakin profesional, transparan, akuntabel, dan berbasis data.

Direktur Pascasarjana Institut Pesantren Babakan (IPEBA) Cirebon, Asos Prof. Dr. Abdul Hanan, M.A., menyampaikan bahwa keikutsertaan Ketua Program Studi Magister PAI dalam pendampingan ini merupakan bagian dari strategi kelembagaan untuk memastikan seluruh program akademik memiliki kesiapan yang optimal dalam menghadapi proses akreditasi.

Menurutnya, akreditasi merupakan instrumen penting dalam mengukur kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi sekaligus menjadi sarana evaluasi untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

“Kami berharap seluruh ilmu, pengalaman, dan strategi yang diperoleh selama pendampingan ini dapat diimplementasikan secara nyata di lingkungan Pascasarjana IPEBA. Akreditasi harus dipahami sebagai budaya mutu, bukan sekadar target administratif. Oleh karena itu, seluruh sivitas akademika harus memiliki komitmen yang sama dalam membangun tata kelola yang profesional, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta menghadirkan layanan akademik yang semakin berkualitas bagi mahasiswa,” tutur Dr. Abdul Hanan

Sementara itu, Rektor Institut Pesantren Babakan (IPEBA) Cirebon, Kh. Mohammad Hisyam Yahya, M.Pd., memberikan apresiasi atas partisipasi aktif jajaran Pascasarjana dalam mengikuti berbagai kegiatan penguatan mutu yang diselenggarakan di tingkat nasional.

Menurut beliau, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting dalam mewujudkan visi IPEBA sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, inovatif, adaptif, dan berdaya saing.

“Kami berharap seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari kegiatan pendampingan ini dapat menjadi energi baru dalam memperkuat budaya mutu di lingkungan Institut Pesantren Babakan Cirebon. Akreditasi bukan tujuan akhir, melainkan bagian dari proses panjang untuk memastikan bahwa seluruh layanan pendidikan yang diberikan kepada masyarakat benar-benar berkualitas, akuntabel, relevan dengan perkembangan zaman, serta mampu melahirkan lulusan yang unggul, berakhlakul karimah, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan umat,” ujar Rektor.

Beliau menambahkan bahwa IPEBA Cirebon akan terus mendorong seluruh program studi untuk aktif mengikuti berbagai forum peningkatan mutu, pelatihan, pendampingan, maupun kerja sama strategis sebagai bagian dari transformasi kelembagaan menuju perguruan tinggi yang semakin maju.

Partisipasi aktif Ketua Program Studi Magister PAI Pascasarjana IPEBA Cirebon dalam Pendampingan Khusus Akreditasi Program Studi Kependidikan LAMDIK 3.0 Batch 25 menjadi salah satu langkah nyata institusi dalam memperkuat kesiapan menghadapi sistem akreditasi terbaru.

Melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, penyempurnaan tata kelola akademik, optimalisasi implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal, serta komitmen seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya mutu, Institut Pesantren Babakan (IPEBA) Cirebon optimistis mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

Semangat transformasi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan capaian akreditasi yang unggul, tetapi juga memperkuat posisi IPEBA Cirebon sebagai perguruan tinggi Islam yang dipercaya masyarakat, responsif terhadap dinamika pendidikan tinggi nasional, serta mampu mencetak lulusan yang kompeten, berintegritas, dan siap memberikan kontribusi bagi pembangunan pendidikan, masyarakat, dan peradaban.

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *